Rupiah Melemah Lagi ke Rp13.970/USD
- rf-berjangkanet
- May 14, 2018
- 3 min read
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah | PT Rifan Financindo Berjangka

Hingga 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) Rupiah melemah 1,2%, Thai Bath 1,76%, dan Turkish Lira 5,27%. Sementara itu, sepanjang tahun 2018 (year to date) Rupiah melemah 3,67%, Pilipina peso 4,04%, India Rupee 5,6%, Brazil Real 7,9%, Russian Rubel 8,84%, dan Turkish Lira 11,42%.
“Apabila dibandingkan Thailand, Turki itu kondisinya memang masih lebih berat dari Indonesia,” kata Agus di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.
Sedangkan, sejak 1 Januari hingga 9 Mei atau secara year to date (ytd) Rupiah melemah 3,67%. Lebih rendah dibanding negara lain yakni Filipina 4,04%, India 5,6%, Brazil 7,9% dan Turki 11,4%. “Jadi secara year to date, itu kondisi kita masih dalam keadaan tidak seberat kondisi negara lain,” katanya.
Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 23 poin atau 0,16% menjadi Rp13.968 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.938 per USD hingga Rp13.968 per USD.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jauh lebih rendah ketimbang negara lainnya.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pagi ini dan hampir mendekati kembali tren Rp14.000-an per USD.
Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (14/5/2018) pukul 08.41, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.970 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.957-Rp13.970 per USD.
Ada Sentimen Negatif Bom, Rupiah akan Bergerak Terbatas | PT Rifan Financindo Berjangka
Data impor April di AS tercatat sebesar 0,3 persen lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,5 persen. Hal tersebut mendorong ekspektasi bahwa inflasi di AS masih akan tetap rendah. Yield US treasury turun sebesar satu basis poin (bps) pada Jumat menjadi 2,97 persen.
Sebelumnya, Pengamat ekonomi dari Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi optimistis sederetan aksi teror tidak akan berdampak signifikan terhadap keberlangsungan dunia usaha. Pasalnya, pelaku pasar finansial dan sektor riil dinilai semakin memiliki kedewasaan dalam menyikapi gejolak aksi teror.
"Dampaknya sangat kecil dan mungkin tidak akan signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pelaku sektor riil dan pasar finansial sudah tidak banyak terpengaruh atau imun teror. Aparat keamanan pun bergerak cepat untuk mengendalikan kondisi keamanan," ujar Eric saat dihubungi, Minggu, 13 Mei 2018.
Selain itu dia menilai dolar AS diperkirakan bergerak stabil di level 92,0-93 setelah rilis data harga barang impor di AS yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi analis.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dinilai bergerak stabil, usai ada serangan bom di Surabaya.
"Sentimen negatif akibat serangan bom di Surabaya sepertinya berdampak terbatas bagi pergerakan rupiah. Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp13.950 per USD-Rp14.000 per USD," tutur analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, dalam hasil risetnya, Senin, 14 Mei 2018.
Dia menambahkan mata uang Garuda diperkirakan bergerak stabil didorong kemungkinan dinaikkannya tingkat suku bunga dalam waktu dekat.
Nilai Tukar Rupiah Senin Pagi Bergerak Melemah Sebesar 25 Poin | PT Rifan Financindo Berjangka
Ia mengatakan salah satu faktor yang menjaga nilai tukar rupiah yakni kemungkinan dinaikkannya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ia mengatakan, sentimen mengenai serangan teror bom di Surabaya sepertinya berdampak terbatas bagi pergerakan nilai tukar rupiah.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa adanya hubungan positif antara suku bunga dengan nilai mata uang membuat pergerakan rupiah relatif stabil.
"Laju rupiah diharapkan dapat kembali bergerak positif dengan memanfaatkan rencana BI tersebut," katanya, seperti yang dikutip dari Antara.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Senin (14/5/2018)mengatakan ekspektasi inflasi di Amerika Serikat yang rendah menyusul data impor bulan April di bawah ekspektasi menahan laju dolar AS lebih tinggi.
Ia menambahkan bahwa obligasi Amerika Serikat yang turun sebesar menjadi 2,97 persen juga dapat menjadi faktor yang menahan pergerakan dolar AS.
"Pergerakan nilai tukar rupiah relatif masih stabil terhadap dolar AS," katanya.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 25 poin menjadi Rp13.968 dibanding posisi sebelumnya Rp13.943 per dolar AS.
Comments