top of page

IHSG Dibuka Rebound ke 5.992

  • rf-berjangkanet
  • Apr 27, 2018
  • 3 min read

(IHSG) bergerak positif pagi ini setelah sore kemarin bergerak melemah cukup dalam | PT Rifan Financindo Berjangka


Penguatan IHSG didorong penguatan 10 sektor saham sekaligus. Saham sektor keuangan naik paling tinggi pagi ini mencapai 1,64%. Sebanyak 219 saham yang menguat, sementara 52 saham melemah dan 83 saham stagnan.


Investor asing mencatat jual bersih mencapai 117,3 miliar dengan aksi jual mayoritas menyasar saham-saham sektor tambang mencapai Rp 27,8 miliar.


Sementara pergerakan bursa regional mayoritas juga berada di zona merah. Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 bertambah 89,971 poin (0,40%) ke level 22.409,580.

Indeks Komposit Shanghai melemah 2,240 poin (0,06%) ke level 3.073,160.

Indeks Strait Times naik tipis 7,700 poin (0,23%) ke level 3.577,710.

Indeks Hang Seng menguat 168,410 poin (0,56%) ke level 30.169,641.


Pada perdagangan preopening, IHSG naik ke level 59,679 poin (1,01%) ke 5.968,877. Indeks LQ45 naik 14,967 poin (1,59%) ke 958,258.


Membuka perdagangan, Jumat (27/4/2018), IHSG naik 82,937 poin (1,40%) ke level 5.992,135. Indeks LQ45 bertambah 18,587 poin (1,97%) ke level 961,872.


Pada pukul 09.15 waktu JATS, IHSG naik 72,241 poin (1,22%) ke level 5.982,563. Indeks LQ45 naik 15,384 poin (1,65%) ke level 959,078.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pagi ini setelah sore kemarin bergerak melemah cukup dalam hingga tinggalkan level 6.000.


Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hari ini juga masih tinggi. Dolar berada di level Rp 13.880. Sebelumnya dolar tembus Rp 13.885


IHSG Sentuh Level di Bawah 6.000, Bos BEI Angkat Bicara | PT Rifan Financindo Berjangka


Ketidakpastian serupa juga pernah terjadi pada periode 16-23 Desember 2016. Kala itu terjadi penuruan dalam satu minggu terbesar selama dua tahun terakhir, di mana indeks tercatat turun 3,9 persen yang bertepatan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.


"Namun, hanya dalam waktu satu minggu IHSG berhasil naik 5,35 persen yang merupakan kenaikan terbesar di antara indeks bursa lain di Asean bahkan Asia," kata dia.


Sehingga Tito meyakini, meskipun IHSG merosot tajam, akan tetapi kondisi tidak mencerminkan terjadinya krisis. Sebab, ekonomi dan emiten Indonesia masih kuat.


Sekadar informasi, pasar saham Indonesia pada penutupan hari ini terus mengalami kejatuhan di bawah level 6.000. Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup turun 170,65 poin atau 2,80 persen ke 5.909,19.


Tito menjelaskan, hal yang mempengaruhi pasar saham adalah kondisi perekonomian, kinerja emiten, dan sentimen psikologis para pelaku pasar. Dia menyebut, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan kinerja emiten pun masih bagus.


Sepanjang 2017 semua emiten yang telah memberikan laporan kinerja mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20 persen. "Ada 48 emiten yang sudah melaporkan kinerja keuangan di kuartal I tumbuh 21,15 persen year on year," imbuhnya.


Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio memandang, memaparkan, kondisi tersebut lantaran akhiran dari ke tidak pastikan pasar terhadap faktor global, terutama terikat dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


"Uncertainty. Saat ini persepsi sangat jelek," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis malam (26/4).


Pasar saham Indonesia akhir-akhir ini terus semakin merosot, bahkan pada akhir pekan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga menyentuh level dibawah 6.000. Di sisi lain, investor asing mulai angkat kaki dari pasar modal yang menyebabkan adanya jual bersih asing sebesar USD 7 miliar pada pada periode April 2016 hingga April 2017.


Seluruh saham anjlok, ini daftar saham LQ45 dengan PER terkecil (26 April 2018) | PT Rifan Financindo Berjangka


Jadi, selepas penutupan bursa Kamis kemarin, urutan penghuni daftar ini juga berubah. Bumi Resources Tbk (BUMI), Waskita Karya Tbk (WSKT), dan Indika Energy Tbk (INDY) menempati tiga besar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan, yaitu 3,09 kali, 5,04 kali, dan 5,70 kali. Disusul kemudian oleh PTBA, BSDE, SRIL, ADRO, BBNI, PTPP, dan WSBP.


Bisa ditebak, merah padamnya bursa kemarin tercermin oleh kinerja harga saham-saham dalam daftar ini. Seluruh saham mengalami penurunan harga. Tidak ada saham yang anteng harganya, apalagi yang naik harga. Tidak ada!


Hanya BJBR yang kemarin masih dalam daftar 10 saham LQ45 dengan PER terkecil yang tak mengalami perubahan harga. Itu pula sebabnya, saham bank daerah tersebut tergusur keluar dari daftar ini.


Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama belum terjadi perubahan laba bersih per saham.


Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.


Merah bursa kemarin mengubah lagi penghuni daftar 10 saham LQ45 dengan nilai PER terkecil dari sebelumnya. PP Tbk (PTPP) yang sempat pergi dari daftar ini selama beberapa hari, kembali masuk lagi. BPD Jabar & Banten Tbk (BJBR) yang sempat menggantikan PTPP, keluar lagi dari daftar ini.


Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (26 April 2018) kian merah membara. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) minus 170,65 poin menuju angka indeks 5.909,20 (-2,81%).


Tentu saja LQ45, indeks saham di BEI yang beranggotakan 45 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, juga tampil suram. Minus 34,97 poin menuju level 943,29 (-3,57%).






Comments


bottom of page