top of page

Melawan arus Asia, IHSG dibuka melorot

  • rf-berjangkanet
  • Apr 26, 2018
  • 3 min read

(IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah | PT Rifan Financindo Berjangka

IHSG masih tertekan meskipun mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada Kamis pagi. Indeks Nikkei, Kospi dan ASX 200 menanjak ke zona hijau. Rebound pasar Asia mengekor penguatan indeks saham di Wall Street. Pada Rabu waktu AS, Dow Jones berhasil mengakhiri penurunan lima hari beruntun.


Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI melanjutkan kenaikan, meski di tengah peningkatan stok minyak di negeri Paman Sam. Pasalnya, ada potensi penerapan sanksi baru terhadap Iran dan kekhawatiran terkait produksi minyak dari Venezuela.


Sembilan sektor menggerus tenaga indeks, terutama keuangan yang tumbang 1,28%. Hanya, sektor aneka industri yang masih mencoba naik 0,51%. Sekitar 115 saham bergerak turun, berbanding 101 saham yang naik. Sementara, 105 saham lainnya masih stagnan.


Seperti diketahui, kemarin, IHSG ditutup rontok 2,40% ke posisi 6.079,85. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dinilai jadi pemicu utama kejatuhan pasar saham.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bangkit dari zona merah pada Kamis (26/4) pagi. Pergerakan indeks acuan saham domestik melawan arus pasar saham Asia yang mulai rebound.

Mengutip RTI, IHSG turun 23,35 poin ke level 6.056,50 pada pukul 09.07 WIB.


Sentimen Eksternal Tekan IHSG, Indeks Berbalik Melemah Pada Awal Perdagangan | PT Rifan Financindo Berjangka


Adapun pada perdagangan Rabu (25/4), IHSG ditutup merosot 2,4% atau 149,78 poin ke level 6.079,85.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyampaikan, terkoreksinya IHSG kemarin disebabkan sejumlah sentimen eksternal. Pertama, of obligasi AS menembus 3%, atau level tertinggi 4 tahun.


Yield obligasi identik dengan perhitungan risiko sehingga peningkatannya dapat membuat Federal Reserve lebih agresif dalam mengerek suku bunga.


Kedua, laba korporasi AS di bawah ekspektasi sehingga menekan bursa Paman Sam dan berimbas ke pasar global. Ketiga, hawkish Fed yang menaikkan dolar AS berlanjut menekan harga komoditas, di samping faktor fundamental suplai serta permintaan yang belum kuat.


"Kalau kita lihat IHSG lebih tertekan oleh sentimen eksternal, terutama AS," tuturnya.


Sebanyak 102 saham bergerak menguat, 117 saham bergerak melemah, dan 356 saham stagnan dari 575 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.


Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama dari sektor finansial yang merosot 1,62%, disusul sektor tambang yang melemah 1,15%.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (26/4/2018).


Setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 0,53 poin ke level 6.080,38, IHSG berbalik melemah hingga 0,87% atau 52,95 poin ke level 6.026,89. Bahkan, indeks tertekan hingga ke level 5.983 pada pukul 09.48 WIB.

Sektor Infrastruktur & Finansial Seret IHSG Tinggalkan Level 6.000 | PT Rifan Financindo Berjangka


Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran level 5.987,69 – 6.089,09. Sebanyak 74 saham bergerak menguat, 216 saham bergerak melemah, dan 286 saham stagnan dari 575 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.


Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama dari sektor infrastruktur yang merosot 2,3%, disusul sektor finansial dengan pelemahan 2,24%.


Adapun pada perdagangan Rabu (25/4), IHSG ditutup merosot 2,4% atau 149,78 poin ke level 6.079,85.


Pergerakannya bahkan lanjut pelemah hingga 1,48% atau 90,21 poin ke level 5.989,64 pada pukul 9.46 WIB.


Pelemahan sektor infrastruktur menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga meninggalkan level 6.000 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (26/4/2018).


Setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 0,53 poin ke level 6.080,38, IHSG berbalik melemah hingga 0,87% atau 52,95 poin ke level 6.026,89 pada pukul 9.18 WIB.



Comments


bottom of page