top of page

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 13.800, Ini Tanggapan BI

  • rf-berjangkanet
  • Apr 23, 2018
  • 3 min read

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah | PT Rifan Financindo Berjangka

Kurs ini kan harga dari devisa ya, ekspor impor, valuta asing harganya adalah kurs, kalau dia berfluktuasi, dia akan menciptakan ketidakpastian. Orang akan susah melakukan perencanaan. Kita berupaya untuk meminimalisasi ketidakpastian ini," kata Firman dalam acara pelatihan wartawan BI, di Lombok, Minggu (22/4/2018).


Dia mengatakan, BI akan tetap menjaga nilai tukar tetap terkendali dengan terus memantau pasar sehingga tidak akan menimbulkan banyak ekspektasi.


"Kita selalu ada di pasar, jadi kurs stabil. Jadi tetap menjaga stabilitas ekonomi. Peran cadangan devisa ini sangat penting. Kita manfaatkan ini tetap terjaga," ujarnya.



Posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Maret 2018 tercatat sebesar USD 126 miliar, setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor atau 7,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di level Rp 13.799 hingga mencapai Rp 13.785 per USD. Bank Indonesia (BI) menilai melemahnya kurs Rupiah tersebut masih berada dalam batas wajar.


Kepala Grup Asesmen Ekonomi BI, Firman Mochtar mengatakan pihaknya akan terus memantau pergerakan nilai tukar Rupiah agar bisa menciptakan kepastian pasar.





Melemah, Rupiah Mendekati Level Rp 14 Ribu | PT Rifan Financindo Berjangka

Di sisi lain, perkiraan adanya kenaikan tingkat suku bunga The Fed turut membuat laju dolar AS terapresiasi. "Akibatnya laju Rupiah cenderung terkena dampak negatifnya hingga menyentuh batas psikologis. Selain itu, adanya penilaian, capital outflow akan terjadi seiring perbaikan ekonomi AS turut melemahkan Rupiah," ujar Reza di Jakarta, Senin, (23/4).


Pelemahan yang terjadi pada rupiah, kata dia, cenderung diakibatkan adanya imbas dari pergerakan mata uang utama dunia. Sementara itu, dari dalam negeri cenderung minim sentimen positif yang dapat mengangkat laju rupiah secara signifikan.


"Peluang pelemahan juga masih terjadi seiring meningkatnya laju dolar AS. Maka tetap cermati dan waspada terhadap sentimen yang membuat laju Rupiah kembali tertahan kenaikannya. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp 13.878 per dolar AS dan resisten Rp 13.868 per dolar AS," tuturnya.


Analis Binaartha Securities Reza Priyambada mengatakan, pernyataan Dovish dari Bank of England membuat pergerakan poundsterling Inggris atau GBP cenderung melemah. Hal itu pun memberikan kesempatan pada kurs dolar AS untuk kembali melanjutkan pergerakan positifnya.


Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), posisi rupiah telah berada di Rp 13.894 per dolar AS. Semakin merosot bila dibandingkan penutupan pekan lalu, Jumat, (20/4), yakni di level Rp 13.804 per dolar AS.


Nilai tukar rupiah pun dibuka melemah terhadap dolar AS pada Spot Rupiah. Pelemahannya mencapai 15 poin atau 0,11 persen di level Rp 13.908 per dolar AS.


Kemudian pukul 10.00 WIB, mata uang Indonesia masih di zona merah. Dengan penurunan 11 poin ke level Rp 13.904 per dolar AS.


Laju mata uang rupiah pagi ini, Senin, (23/4), cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, rupiah semakin melemah terhadap kurs dolar AS pada awal pekan.


Dolar AS Pagi Ini Rp 13.895 | PT Rifan Financindo Berjangka


Ringgit Malaysia berada di level terkuatnya di level 3,88 per dolar AS selama lima hari terakhir ini pada Kamis (19/4).


Mata uang regional Asia Tenggara lainnya seperti Baht juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS dalam lima hari terakhir ini. Nilai tukar baht Thailand terhadap dolar AS saat ini berada di level 31,36. Nilai tukar baht Thailand terhadap dolar AS berada di posisi terkuatnya di level 31,18 per dolar AS.


Faktor pendorongnya eksternal. Yield SUN 10 tahun AS kembali menyentuh 3%. Pasar berekspektasi Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari 3 kali. Apalagi data-data terakhir cukup baik seperti data ketenagakerjaan (klaim pengangguran dan non farm payrolls) dan indeks PMI dan kepercayaan konsumen," kata Ekonom BCA David Sumual.


Nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS juga melemah dalam lima hari terakhir. Nilai tukar ringgit berada di level 3,89 ringgit Malaysia per dolar AS pada hari ini.


Pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor eksternal. Salah satunya karena ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih berada di level RP 13.895. Nilai tukar tersebut naik tipis dibandingkan akhir pekan lalu.


Mengutip Reuters Senin (23/4/2018), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan hari ini menyentuh level Rp 13.895. Pada Jumat (20/4) kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 13.900 di penghujung perdagangan.


Nilai tukar rupiah dalam lima hari terakhir paling kuat berada di level Rp 13.765 per dolar AS dan mengalami gejolak hingga penghujung pekan lalu.





Comments


bottom of page