top of page

PP Presisi (PPRE) Bagi Dividen Rp56,4 Miliar

  • rf-berjangkanet
  • Apr 5, 2018
  • 3 min read

PT PP Presisi Tbk. membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52 per saham | PT Rifan Financindo Berjangka



"Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 2018 hingga Rp434,0 miliar meningkat 130% dari tahun lalu yakni Rp188,3 miliar," ujarnya.


Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPS PPRE juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain senilai Rp9,5 miliar atau lebih kurang 5% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk dialokasikan sebagai cadangan wajib.


Dana senilai Rp122,4 miliar atau 65% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibukukan sebagai saldo laba ditahan.


Peningkatan kinerja operasional dan keuangan secara signifikan diyakinu akan mendukung peningkatan engineering capacity dan balance sheet capacity sebagai landasan kuat untuk melakukan pertumbuhan yang berkelanjutan.


Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi mengatakan, hal ini juga yang mendasari perseroan untuk menargetkan pendapatan 2018 hingga Rp4,9 triliun, meningkat 172% dari tahun lalu yang senilai Rp1,8 triliun.


Adapun, total laba bersih tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 adalah Rp244,6 miliar meningkat 498% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp41,4 miliar. EBITDA juga naik 323% dari Rp138,1 miliar pada 2016 menjadi Rp584,0 miliar pada tahun lalu.


Peningkatan signifikan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan konsolidasian PPRE sebesar 389% dari Rp371,2 miliar pada 2016 menjadi Rp1,8 triliun pada tahun lalu.


"Peningkatan kinerja perseroan secara signifikan mencerminkan secara langsung kuatnya positioning PPRE sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi terkemuka di Indonesia sehingga mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek insfrastruktur strategis berskala nasional," kata Iswanto Amperawan, Direktur Utama PP Presisi usai RUPS di Jakarta, Kamis (5/4/2018).


PT PP Presisi Tbk. membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52 per saham dengan nilai total mencapai Rp56,4 miliar.


Angka tersebut setara dengan 30% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik rntitas induk pada 2017 yang mencapai Rp188,3 miliar.


Keputusan ini diambil setelah emiten berkode PPRE tersebut menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan.


PP Presisi Sebar Dividen Rp56,4 Miliar dari Laba Bersih 2017 | PT Rifan Financindo Berjangka


“Peningkatan kinerja secara signifikan mencerminkan secara langsung kuatnya posisi PPRE sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi di Indonesia. Sehingga, mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek insfrastruktur strategis berskala nasional," kata dia.


Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPST juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain sebesar Rp9,5 miliar atau lebih kurang 5% dari laba bersih dialokasikan sebagai cadangan wajib. Sementara Rp122,4 miliar atau 65% dari laba bersih dibukukan sebagai saldo laba ditahan.


Direktur Utama PP Presisi Iswanto Amperawan mengatakan, total laba bersih periode 2017 yakni Rp244,6 miliar atau meningkat 498% dari Rp41,4 miliar pada 2016. "EBITDA juga naik 323% dari Rp138,1 miliar pada 2016 menjadi Rp584 miliar pada 2017," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/4/2018).


Peningkatan laba bersih ini, kata Iswanto, sejalan dengan kenaikan pendapatan konsolidasi PPRE sebesar 389%, dari Rp371,2 miliar pada 2016 menjadi Rp1,8 triliun pada tahun 2017.


PT PP Presisi Tbk (PPRE) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2017 memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp5,52/saham. Total nilai dividen tunai yang dibagikan sebesar Rp56,4 miliar atau sekitar 30% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat ditribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2017 sebesar Rp188,3 miliar.


PP Presisi Rambah Bisnis Tambang | PT Rifan Financindo Berjangka

Sementara itu, Direktur Keuangan PT PP Presisi Benny Pidakso menambahkan, rencana bisnis yang dilakukan masih berhubungan dengan alat berat. "Bisnis ke depan peralatan berat. Pengangkutan batu bara, nanti arahnya akan kami kembangkan ke kontraktor,” ungkapnya. Tahun ini, pihaknya sudah menargetkan mendapatkan laba bersih Rp434 miliar.


Strategi itu dilakukan menyusul terbentuknya holding tambang BUMN. "Harga batu bara saat ini juga sudah bagus," ujar Direktur Utama PT PP Presisi Iswanto Amperawan usai RUPST di kantornya, Kamis (5/4).



Selain itu, lanjutnya, tahun ini pihaknya sudah mendapat kontrak lebih dari Rp2 triliun. "Kontrak batu bara sebanyak Rp1 triliun, dari PT Bara Sentosa dan TA," jelas Iswanto.


PT PP Presisi yang merupakan anak usaha dari BUMN PT PP. Sejak IPO tidak hanya menggarap bisnis konstruksi, tapi juga bisnis lain.


"Kita memang akan menjalankan transformasi tahap II. Menjajaki pekerjaan di mining kontraktor,” imbuhnya.


PT PP Presisi akan fokus menggarap bisnis di sektor tambang. Misalnya, pengangkutan batu bara.




Comments


bottom of page