top of page

IHSG Buka Awal Pekan dengan Penguatan di Level 6.135

  • rf-berjangkanet
  • Mar 19, 2018
  • 4 min read

Bursa saham Indonesia mengawali pekan ini di zona hijau | PT Rifan Financindo Berjangka


Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas menguat, dengan penguatan tertinggi di sektor infrastruktur yang naik 0,97%. Sedangkan sektor aneka industri turun paling dalam hingga 0,53%.


Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) naik Rp33 atau 27,27% ke Rp154, saham PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) naik Rp20 atau 18,18% ke Rp130, dan saham PT Pelita Samudera Bina Buana Raya Tbk (BBRM) naik Rp18 atau 10,91% ke Rp183.


Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain Saham Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS) turun Rp110 atau 11,96% ke Rp810, saham PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) turun Rp10 atau 7,19% ke Rp129, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turun Rp75 atau 6,17% ke Rp1.140.


Indeks LQ45 naik 2,13 poin atau 0,21% menjadi 1.039,42, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,52 poin atau 0,35% ke 719,24, indeks IDX30 naik 1,020,76 poin atau 0,18% ke 569,05 dan indeks MNC36 menguat 0,92 poin atau 0,26% ke 358,57.


Bursa saham Indonesia mengawali pekan ini di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 10,38 poin atau 0,17% ke level 6.315,33.'


Mengawali perdagangan, ada 24 saham menguat, 7 saham melemah, dan 14 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp30,06 miliar dari 7,97 juta lembar saham diperdagangkan.

IHSG Diprediksi Bakal Rebound Jelang Pengumuman Suku Bunga AS | PT Rifan Financindo Berjangka


Sebagai informasi, IHSG turun dua persen sepanjang pekan lalu ke level 6.304 dari pekan sebelumnya di level 6.433. Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun ikut merosot 1,99 persen menjadi Rp7.014 triliun.


Adapun, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi akhir pekan lalu, Jumat (16/3), di mana Dow Jones dan S&P500 masing-masing naik 0,29 persen dan 0,17 persen. Sementara, Nasdaq Composite bergerak stagnan.


Kiswoyo memprediksi nilai tukar rupiah bisa kembali ke level Rp13.500-Rp13.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Bila prediksi ini terealisasi, maka IHSG berpeluang melaju ke level 6.500-6.600.


"Jadi untuk pekan ini IHSG bakal bergerak di level support 6.250 dan resistance 6.600, dengan syarat rupiah menguat," jelas Kiswoyo.


Pada akhir pekan lalu, Jumat (16/3), rupiah melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp13.751 per dolar AS.


Senada, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat rupiah bakal bangkit pekan ini. Selain itu, ekonomi dalam negeri yang masih dinilai cukup kuat secara fundamental juga menambah sentimen positif bagi IHSG.



"Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam rentang 6.231-6.402," ucap William dalam risetnya.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit (rebound) pada awal pekan ini, Senin (19/3), jelang pengumuman The Fed terkait suku bunga acuan pada 21 Maret 2018.


Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe menuturkan pengumuman itu akan memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Pasalnya, Gubernur The Fed Jerome Powell menyebut suku bunga acuan bakal naik secara bertahap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terus menanjak.


"Kalau jadi naik, pelaku pasar mendapatkan kepastian dan rupiah kembali menguat. Dampaknya IHSG bakal menguat," terang Kiswoyo kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (19/3).


Sudah Oversold, Mampukah Kembali Rebound? | PT Rifan Financindo Berjangka

Selain itu, data ekonomi penjualan ritel AS pada Februari juga cukup mengejutkan di mana data tersebut menunjukkan penurunan 0,1 persen pada bulan lalu, meleset dari perkiraan para ekonom yang memprediksi adanya kenaikan 0,3 persen.


Penurunan tersebut merupakan yang ketiga kali secara beruntun, sehingga menyebabkan para ekonom memangkas target pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan pertama tahun ini.


Dari dalam negeri, fluktuaasi pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp13.783 per dolar AS turut membuat IHSG tak berdaya pada pekan lalu.


Hal tersebut disebabkan neraca perdagangan Indonesia pada Februari yang mencatatkan defisit US$120 juta, atau yang ketiga secara beruntun sejak Desember tahun lalu.


Nampaknya, masalah klasik yang menjadi momok ekonomi Indonesia kembali lagi. Ketika laju perekonomian dalam negeri mulai bertumbuh, impor melonjak lantaran kebutuhan bahan baku dan bahan modal yang tidak bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri. Akibatnya, neraca perdagangan menjadi defisit sekaligus memperlebar defisit transaksi berjalan.


Menurut perintah eksekutif yang yang dikeluarkan Trump, penyelewengan hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi yang tak adil berpotensi mengancam perusahaan AS dengan merusak kemampuan mereka untuk bersaing secara adil di dalam pasar global.


Taktik proteksionis Trump ini merupakan bagian dari janji kampanyenya dalam pemilu presiden 2016 lalu. Namun, langkahnya ini malah memperparah ketegangan dengan Beijing.


Menteri Perdagangan Cina merespons kebijakan Washington ini dengan keras. Dikatakannya bahwa Cina mendesak AS untuk menghormati sistem perdagangan multilateral dan mencabut kebijakan itu secepat mungkin.


Masih dari AS, faktor politik juga turut membuat pasar bergejolak di mana pada hari selasa waktu setempat Trump memberhentikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson karena dinilai sering berselisih pendapat mengenai beberapa kebijakan yang dicanangkan Trump. Jabatan tersebut nantinya akan digantikan oleh mantan Direktur CIA, Mike Pompeo.


Pergerakan IHSG yang masih negatif dalam sepekan kemarin tak lepas dari berbagai sentimen mulai dari dalam dan luar negeri yang masih cenderung kurang kondusif.


Isu perang dagang yang dipicu oleh Amerika Serikat (AS) masih menjadi topik yang cukup hangat diperbincangkan pelaku pasar. Mereka menyoroti dampak yang kemungkinan timbul atas genderang perang yang ditabuh oleh Donald Trump terhadap mitra utama perdagangan mereka yakni Cina.


Pemerintahan Trump berencana mengenakan tarif bea masuk senilai US$60 miliar atas sektor telekomunikasi dan teknologi Cina. Mengutip laporan Reuters, Washington mulai mempertimbangkan kenaikan tarif setelah menuding perusahaan teknologi Cina sebagai pencuri kekayaan intelektual AS.


Investor asing tercatat masih terus menjual kepemilikan saham mereka dengan melakukan net sell dalam sepekan kemarin senilai Rp2,86 triliun.


Secara year to date hingga akhir pekan kemarin investor asing telah keluar dari pasar saham Indonesia senilai Rp17,29 triliun.


Aksi jual investor asing nampaknya semakin tak terbendung, di mana nilai net sell Rp17,29 triliun tersebut telah setara hampir separuh (tepatnya 43,33 persen) dari aksi jual asing sepanjang tahun lalu Rp39,9 triliun. Padahal masa triwulan pertama tahun ini pun belum berakhir.


engakhiri pekan ketiga pada Maret 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 2 persen di level 6.304,95 dalam periode 12 - 16 Maret 2018. Pelemahan itu berlanjut setelah pada pekan sebelumnya IHSG juga tercatat turun 2,26 persen. Secara year to date imbal hasil IHSG kini tercatat -0,8 persen.


Volume perdagangan dalam sepekan kemarin mencapai 55,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp44,53 triliun. Secara sektoral, seluruh sektor kompak berakhir di zona merah dalam sepekan kemarin. Berikut kondisi sektoral secara lengkap :



Comments


bottom of page