top of page

Emas Antam dibayangi hasil notulensi FOMC

  • rf-berjangkanet
  • Feb 22, 2018
  • 3 min read

Penurunan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk diperkirakan akan berlanjut | PT Rifan Financindo Berjangka


Pada Selasa (20/2), tercatat kepemilikan emas di SPDR Gold Trust meningkat 0,39% dari akhir pekan lalu. Jumlahnya meningkat dari 824,54 ton menjadi 827,79 ton. Menurut Deddy, hal ini bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga emas.


Ia memperkirakan, Kamis (22/2), emas Antam akan melemah pada rentang Rp 630.000-Rp 640.000 per metrik ton. Namun pelemahan tersebut diperkirakan tak akan berlangsung lama. Pada awal Maret, harganya berpotensi kembali menguat dengan adanya Pemilu di Italia.


“Kalau muncul isu ketidakpastian biasanya harga emasnya bisa rebound,” imbuh Deddy.


Ruang pelemahan cukup terbuka,” katanya.


Hasil FOMC akan cukup mempengaruhi pergerakan emas di pasar spot. Dalam perkirakaannya, Kamis (22/2), harga emas batangan bisa bertengger di kisaran Rp 636.000 -Rp 639.000 per dollar AS.


Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoint Futures sepakat, notulensi FOMC tetap menjadi sentimen negatif yang menekan harga. Hanya saja, ia masih melihat adanya sedikit angin segar yang bisa menahan penurunan sehingga tidak tajam. “Kepemilikan emas di SPDR yang diperdagangkan masih tumbuh,” paparnya.


Penurunan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk diperkirakan akan berlanjut. Notulensi pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) masih membayangi pergerakan harga emas di pasar spot. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) semakin agresif, maka emas Antam akan mengikuti pelemahan harga emas spot.


Wahyu Tribowo Laksono, analis PT Central Capital Futures menyebut, emas batangan berpeluang konsolidasi. Ia masih melihat penguatan indeks dollar AS menjadi katalis negatif yang bisa menahan laju penguatan harga.


Emas Antam melorot, simak strategi berikut | PT Rifan Financindo Berjangka

“Kalau mau beli di harga Rp 600.000-Rp 625.000 per gram,” sarannya, Rabu.


Sedangkan bagi yang sudah menggengam emas Antam, sebaiknya menahan diri untuk menjual. Kata Deddy, dengan posisi harga buyback berada di atas level Rp 500.000 per gram, masih ada peluang untuk naik lagi.


Senada, Wahyu Tribowo Laksono, analis PT Central Capital Futures menyarankan tunggu waktu yang tepat jika ingin membeli emas Antam. Sebab, harganya masih bisa turun lagi. Sedangkan untuk yang sudah memiliki, sebaiknya ditahan. "Masih ada peluang harga jual akan kembali naik," katanya.


Asal tahu saja, mengutip situs www.logammulia.com, Rabu (21/2), harga jual emas Antam turun Rp 4.000 ke level Rp 637.000 per gram. Harga buyback juga turun Rp 4.000 ke level Rp 567.000 per gram.


Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoint Futures menyarankan bagi yang belum ambil posisi, lebih baik menunggu sejenak hingga hasil notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dirilis. Alasannya, ekspektasi kenaikan suku bunga masih cukup tinggi sehingga bisa membuat harga semakin turun.


Investor harus cermat menempatkan investasinya di tengah koreksi harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi investor yang berniat masuk ataupun menambah investasinya pada emas Antam.



Harga emas Antam tergerus penguatan dollar AS | PT Rifan Financindo Berjangka


Kejatuhan emas di pasar global juga semakin diperparah oleh rencana penjualan surat utang AS. Departemen Keuangan AS akan menjual lebih dari $ 250 miliar utang baru. Kata Deddy, investor lebih berharap bisa meraup untung dari imbal hasil obligasi yang tengah naik. Hal ini pula yang akhirnya mendorong investor lebih banyak memburu dollar AS.


Meski seharusnya dari domestik permintaan emas batangan meningkat karena perayaan Imlek beberapa waktu lalu, tetapi nyatanya sentimen tersebut hanya belaku sesaat. Emas Antam hanya mampu mengukir penguatan di awal pekan ini. Setelah itu harganya kembali mengekor pelemahan emas di pasar global.


Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoint Futures melihat, saat ini investor tengah melakukan aksi ambil untung jelang rilis notulen pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC). Menurutnya, pasar sedang mengamankan posisi karena dilanda kekhawatiran kenaikan suku bunga bank sentral AS.


“Setelah tahu arah kebijakan The Fed, pelaku pasar baru akan masuk ke emas,” katanya.



Menurut Wahyu, karena penguatan indeks dollar AS, harga komoditas emas, minyak dan beberapa mata uang utama dunia terkoreksi. Ia melihat, pelemahan ini wajar terjadi dan masih belum terlalu signifikan.


"Mendekati level Rp 650.000 per gram, harga emas batangan memang cukup rawan koreksi," katanya.


Harganya melemah seiring koreksi emas global karena dollar AS kembali menguat,” ujar Wahyu Tribowo Laksono, analis PT Central Capital Futures kepada Kontan.co.id, Rabu.


Mengutip Bloomberg, Rabu (21/2) pukul 18.20 WIB, harga emas kontrak pengiriman April 2018 di Commodity Exchange turun 0,03% ke level US$ 1.330,80 dibanding sehari sebelumnya. Pelemahan tersebut berlawanan dengan keunggulan indeks dollar yang naik 0,17% ke level 89,86.


Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk dalam tren turun mengekor kejatuhan harga emas di pasar spot. Penguatan indeks dollar Amerika Serikat (AS) berdampak negatif terhadap harga komoditas, termasuk emas.


Mengutip situs www.logammulia.com, Rabu (21/2), harga jual emas Antam pecahan 1 gram turun 0,62% atau setara Rp 4.000 ke level Rp 637.000. Harga buyback juga melorot 0,70% atau Rp 4.000 menjadi Rp 567.000 per gram.





Comments


bottom of page