top of page

Bentang I Jembatan Holtekamp Terpasang

  • rf-berjangkanet
  • Feb 22, 2018
  • 5 min read

Proses pemasangan bentang tahap I jembatan Holtekamp | PT Rifan Financindo Berjangka


Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Direktorat Jenderal Bina Marga, bersama Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura.


Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan penghubung Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.


Biaya pembangunan mencapai Rp 1,7 triliun dengan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya.


Perlu diketahui berat dari Center Span ini kurang lebih 2000 ton, dengan panjang 112,50 meter tinggi 20,00 meter lebar 26,00 meter dan setiap titik angkat memiliki berat masing – masing 50 ton.


Setelah nantinya bentang jembatan ini, akan dilakukan pengecoran lantai jembatan. Ditargetkan pekerjaan Bentang Tengah jembatan akan selesai pada Juni 2018,” kata Osman.


Perakitan Bentang Tengah Jembatan Holtekamp tidak dilakukan dilokasi pembangunan jembatan, namun oleh PT PAL Indonesia di Surabaya. Hal ini bertujuan meningkatkan aspek keselamatan kerja, meningkatkan kualitas pengelasan, dan mempercepat waktu penyelesaian hingga 3 bulan.


Panjang bentang tengah adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Lanjut sekda, ini merupakan suatu sejarah baru bagi masyarakat Papua yang mana jembatan ini telah dikaji secara menadalam mengenai safetynya untuk itu diharapkan jembatan ini bisa diselesaikan dengan baik.


“Tentunya pemerintah provinsi Papua dan masyarakat menyampaikan hormat dan terima kasih kepada bapak mentri PUPR dan jajarnnya yang telah memberikan perhatian penuh dan telah menginisiasi membangun Papua ini dalam berbagai aspek khususnya infrastruktur ” ucap Sekda.


Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura, Osman Marbun, mengatakan, pembangunan Jembatan Holtekamp akan berpengaruh pada waktu tempuh pengguna jalan dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.


Dikatakan, dengan adanya jembatan Holtekam ini akan mempercepat pergerakan orang atau barang serta jasa dari dan ke pusat kota Jayapura. Masyarakat pengguna kendaraan yang bermukim di daerah Koya dan sekitarnya akan lebih muda untuk melakukan perjalanan melewati jembatan Holtekamp.


“Keberadaan jembatan ini sudah pasti akan sangat membantu mempercepat atau memudahkan akses/pergerakan masyarakat di kota Jayapura, sehingga lebih efisien dan efektif dalam melakukan perjalanan,” ujar Sekda.



Namun, Sekda juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan ini yang terbilang cukup megah. Sekda juga menyampaikan bahwa terwujudnya jembatan ini atas komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dimana, berbagai pembangunan infrastruktur dalam jembatan, bandara dan lain sebagainnya menjadi perhatian yang luar biasa, bahkan tidak segan – segannya bapak presiden turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi objektif di lapangan.


Bentang pembangunan Jembatan Holtekamp tahap I terpasang. Proses pengangktan bentang utama jembatan yang menjadi ikon baru bagi masyarakat Jayapura itu disaksikan langsung oleh Dirjen Balai Bina Marga Kementrian PUPR, Kepala Balai Besar, Wakil Walikota Jayapura, serta Ondoafi Port Numbay.


Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan, keberadaan jembatan ini merupakan suatu sejarah baru bagi masyarakat Papua yang mana jembatan ini telah dikaji secara menadalam mengenai safetynya oleh Profesor untuk itu diharapkan jembatan ini bisa diselesaikan dengan baik.


Proses Lulus Uji Jembatan Holtekamp Sempat Diwarnai Debat | PT Rifan Financindo Berjangka


Adapun pemasangan center span-1 rangka baja jembatan Holtekamp, sudah rampung pada jam 15.00 waktu setempat. Proses lifting Center Span-1 seberat 2.000 ton tersebut selesai dilakukan dengan lancar.


Rekor dunia juga diserahkan oleh MURI kepada Ditjen Bina Marga dan konsortium kontraktor PT PP, Hutama Karya dan Nindya Karya atas pengangkutan fullspan sejauh 3.200 km via laut, dan pengangkatan atau erection struktur jembatan sekaligus seberat 2.000 ton dalam waktu kurang dari 6 jam.


"Semoga catatan Holtekamp dengan teknologi tinggi ini menjadi pustaka dan referensi bagi dunia konstruksi Indonesia khususnya bagi kita semua," tutup Nugraha.


"Puncaknya tadi pagi, ketika sidang KKJTJ (komisi keamanan jembatan dan terowongan jalan) yang dipimpin oleh pak Dirjen Bina Marga mengalir dengan sangat tegang, kritis, akademis penuh dengan perdebatan dan diskusi teknikal, serta safety yang sangat tinggi standarnya, untuk kemudian semua pejabat membubuhkan tanda tangan pada BA persetujuan lifting (pengangkatan)," sambungnya.


Pengalaman ini sungguh memberikan rasa haru dan gembira. Sebuah perjalanan panjang sejak metode khusus ini kita introduksi, banyak challenge yang kita terima. Namun berkat keseriusan dan profesional teman-teman satu demi satu lapisan tantangan tersebut dapat dilampaui," katanya.


Namun ternyata proses evaluasi agar pemasangan rangka baja jembatan layak untuk terus dilanjutkan sempat diwarnai oleh ketegangan dan debat. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan PT PP (Persero) Tbk, Nugroho Agung Sanyoto dalam keterangan yang diterima detikFinance, Rabu (21/2/2018).


Pekerjaan Jembatan Holtekamp di Papua yang sebelumnya sempat disetop menyusul instruksi penghentian sementara pekerjaan proyek struktur layang kembali dilanjutkan. Pemasangan rangka jembatan sepanjang 732 meter itu dilanjutkan karena sudah dievaluasi dan diuji oleh Komisi Keselamatan Konstruksi dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan.

PTPP Garap Jembatan Holtekamp Jayapura Papua | PT Rifan Financindo Berjangka


Jembatan Holtekamp dikerjakan dengan metode yang pertama kali dilakukan di Indonesia, yaitu metode strand lifting (full span). Metode ini mempertimbangkan faktor risiko kegempaan di lokasi proyek yang tergolong tinggi, sehingga akan sangat riskan bila proses pelaksanaan dikerjakan sepenuhnya di site.


Konsep utama metode ini adalah mengerjakan proses pemasangan secepat mungkin untuk mengurangi risiko gempa yang terjadi. Mengingat faktor risiko tersebut, pekerjaan pengelasan baja bentang utama secara segmental dilakukan di Pasuruan oleh PT Bromo Steel Indonesia, anak usaha dari PT Boma Bisma Indra (Persero).


Sedangkan final assembly atau perangkaian seluruh segmen menjadi rangka jembatan utuh dan loadout dilakukan di workshop PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, yang memiliki fasilitas memadai dan dilengkapi pelabuhan. Dalam acara seremonial pengiriman bentang tengah Holtekamp di Surabaya, Desember lalu.


Tepat pada pukul 11.00 WIT setelah mendapat persetujuan, proses pengangkatan dan pemasangan center span dimulai. Proses pengangkatan diperkirakan memakan waktu 6 jam, namun pada pukul 15.30 WIT center span telah berada pada posisinya dan dilakukan adjustment dimensi.


Atas prestasi ini, Konsorsium PP-HK-NK dan Dirjen Bina Marga memecahkan 2 (dua) rekor dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yaitu :Pengangkatan dan Pemasangan Rangka Baja Jembatan dalam Bentuk Utuh Terpanjang Pengiriman Rangka Baja Pelengkung Bagian Tengah secara Utuh dengan Jarak Terjauh 3.200 Kilometer Acara penyerahan 2 (dua) Piagam Penghargaan MURI diterima langsung oleh Director of Infrastructure Construction PTPP M. Toha Fauzi di Jayapura, Rabu (21/02).


Menurutnya, di saat kondisi cuaca dan ombak diperkirakan baik. Satu hari sejak instruksi tersebut dilayangkan, pekerjaan pemasangan rangka jembatan tersebut dilanjutkan hari ini, Rabu (21/02).


Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pemasangan rangka jembatan dilanjutkan karena sudah dievaluasi dan diuji oleh Komisi Keselamatan Konstruksi dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan. Hasil evaluasi tersebut menyatakan pemasangan rangka baja jembatan layak untuk terus dilanjutkan.


Arie Setiadi Moerwanto, yang juga menjabat sebagai salah satu Komisaris PT PP (Persero) Tbk menambahkan, jembatan ini menjadi proyek infrastruktur dengan pekerjaan layang pertama yang boleh kembali dilanjutkan setelah adanya instruksi penghentian sementara.


"Sedangkan final assembly dan loadout dilakukan di workshop PT PAL Indonesia (Persero).


Proses pengangkatan dan pemasangan center span pada pembangunan Jembatan Holtekamp Jayapura sempat terhenti terkait adanya moratorium atau penghentian sementara pekerjaan konstruksi layang (elevated)," katanya di Jayapura, Rabu (21/2/2018).


Dengan adanya instruksi tersebut, kata dia, beberapa proyek harus dihentikan sementara termasuk Jembatan Holtekamp, dimana proyek Jembatan Holtekamp direncanakan melakukan pengangkatan dan pemasangan center span seberat 2000 ton dengan dimensi tinggi 20 meter, lebar 26 meter, dan panjang 112,5 meter pada hari Rabu (21/02).


Sumber dana megaproyek pembangunan Jembatan Holtekamp berasal dari APBN dan APBD dengan nilai kontrak mencapai Rp1.27 triliun, dengan Konsorsium PP-HK-NK sebagai Kontraktor Utama.


President Director PTPP Tumiyana menyatakan bahwa proyek Jembatan Holtekamp merupakan contoh sinergi BUMN, dengan Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) sebagai Kontraktor Utama, pekerjaan pengelasan baja bentang utama secara segmental oleh PT Boma Bisma Indra (Persero).


Jayapura PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Holtekamp, Jayapura.


Jembatan Holtekamp menghubungkan daratan Holtekamp dengan daratan Hamadi, dengan panjang bentang utama jembatan mencapai 433 meter, sementara jembatan bentang pendekat mencapai 900 meter.





Comments


bottom of page