Menteri BUMN Tugaskan Konsultan untuk Evaluasi Proyek
- rf-berjangkanet
- Feb 21, 2018
- 3 min read
Konstruksi proyek-proyek aman sesuai dengan standar keamanan terbaik | PT Rifan Financindo Berjangka

Beberapa poin yang akan dilakukan evaluasi adalah evaluasi organisasi dan prosedur QHSSE (Quality,Health, Safety, Security, and Environment) di setiap BUMN Karya dengan target menuju zero fatality atau nol kesalahan. Organisasi QHSSE, kata dia, menjadi tanggung jawab langsung Direktur Utama sehingga menjadi perhatian dan tanggungjawab seluruh Dewan Direksi.
Setiap proyek,lanjutnya, akan diawasi dan dimonitor secara ketat, terutama mengenai penerapan aspek keselamatan dan keamanan. "Evaluasi ini juga melengkapi organisasi dan personil yang bertanggung jawab memastikan prosedur safety dijalankan oleh semua lini manajemen dan operasional," jelasnya.
Ia berharap, konsultan independen dapat me-review kualitas dan keamananproyek-proyek layang maupun membangun manajemen QHSEE menuju nol kesalahan. Sementarapenunjukan konsultan independen akan dilakukan oleh Ketua Umum AsosiasiKontraktor Indonesia Budi Harto.
"Konsultan independen berfungsi untuk memastikan agar seluruh proyek konstruksi dilaksanakan sesuai standar keamanan terbaik sekaligus menjaga agar setiap tahapan pengerjaan proyek dilaksanakan dengan baik, prudent, dan aman," ujar Rini dalam siaran pers yang diterima Republika,Selasa (21/2).
( Baca : Tidak Ada Moratorium, Proyek LRT Jalan Terus )
Ia menuturkan konsultan ini nantinya akan memberikan masukkan dalam bentuk corrective action mengenai proyek-proyek itu untuk memastikan regulasi teknis pelaksaan telah dipatuhi. Regulasi itu, kata dia, dari Kementrian teknis terkait, dalam hal ini, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), dan Kementrian Perhubungan.
Menteri BUMN, Rini M Soemarmo akan menugaskan konsultan independen untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh BUMN Karya. Hal ini untuk memastikan konstruksi proyek-proyek itu aman sesuai dengan standar keamanan terbaik.
LRT Masuk Moratorium, Tapi Diprioritaskan Segera Dilanjutkan | PT Rifan Financindo Berjangka
Menurutnya, proyek LRT akan terus berjalan sesuai jadwal yang ditentukan dan hanya ditunda beberapa hari untuk dilakukan peninjauan ulang sebagai respon atas ambruknya tiang girder di Tol Becakayu, Selasa (20/2) dini hari. Penundaan untuk peninjauan ulang diprediksi tak akan lebih dari dua hari.
Anies mengaku telah menelepon Basuki Hadimuljono terkait informasi moratorium semua proyek elevated tersebut. Namun, menurut Anies, Hadi memastikan bahwa proyek LRT akan jalan terus karena digunakan sebagai alat transportasi saat Asian Games Agustus mendatang.
"Memang akan ada review untuk proyek-proyek yang di atas (elevated), jadi pekerjaan yang di atas itu ditunda dulu untuk di-review tetapi proyeknya secara umum tidak berhenti," ujar dia.
"LRT diprioritaskan, beliau (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) katanya mau ada tim lalu akan me-review. Nah, punya kita (LRT) yang termasuk akan didatangi awal supaya tidak terhambat," kata Anies di Balai Kota, Selasa (20/2).
Proyek light rail transit (LRT) masuk dalam salah satu proyek dengan struktur layang atau elevated yang dimoratorium pemerintah pusat. Namun, Gubernur DKI Anies Baswedan memastikan penyelesaian LRT tak akan molor dari jadwal yang ditetapkan.
Anies mengatakan, proyek LRT diprioritaskan untuk ditinjau ulang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebab, LRT merupakan transportasi yang ditargetkan bisa dioperasionalkan saat Asian Games 2018. Sehingga dalam waktu tak lebih dari dua hari pengerjaan bisa dilanjutkan.
Semua Proyek Konstruksi Layang Dihentikan | PT Rifan Financindo Berjangka
Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WK sebagai pelaksana proyek jalan tol Becakayu menyampaikan permohonan maaf. “Kami minta maaf. Kepada keluarga korban juga kami mohon maaf,” kata Kepala Divisi III PT Waskita Karya, Dono Parwoto. Ia menjelaskan, kejadian Selasa pagi adalah ambruknya bekisting pier head atau besi penyangga cetakan cor kepala tiang beton.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dengan lokasi kejadian di dekat Gerbang Tol Kebon Nanas, Jakarta Timur. Sebuah bekisting pier head ambruk. Akibatnya, tujuh orang mengalami luka-luka.
Dia mengungkapkan pemberhentian sementara konstruksi layang berlaku pada seluruh proyek, baik jalan tol, jembatan, LRT, maupun MRT. “Bukan moratorium pembangunan infrastruktur, tapi memberhentikan sementara pekerjaan di atas permukaan tanah,” kata Basuki. Dia mengatakan untuk pembangunan jalan yang tidak layang, seperti pembetonan, pengurukan, dan lainnya masih tetap jalan.
Nantinya, Komite Keselamatan Konstruksi akan melakukan evaluasi dan Kementerian BUMN memerintahkan BUMN Karya bersama konsultan independen mengevaluasi metode kerja, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP), sumber daya manusia (SDM), hingga peralatan.
“Semua akan dievaluasi, termasuk desain, agar bisa ditemukan akar penyebabnya, sehingga kita berhentikan dulu sementara agar ditemukan tidak terlalu lama. Semoga tidak men-delay jadwal pelaksanaan atau jadwal penyelesaiannya,” katanya.
Saat ini memang tidak ada kerugian, tapi kita evaluasi untuk menghindari kerugian negara ke depannya,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Kantor Presiden, di Jakarta, Selasa (20/2). Basuki mengakui penghentian sementara konstruksi layang akibat runtuhnya bekisting pier head proyek Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) pada Selasa pagi.
Kecelakaan kerja ini merupakan kejadian beruntun dan menjadi peristiwa ke-14 sepanjang pemerintah menggelar proyek infrastruktur. “Ini kejadian yang ke-14. Jadi, kami ambil langkah-langkah. Kami ingin mengantisipasi supaya tidak terjadi lagi,” kata Basuki didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Rini Sumarno.
Pemerintah menghentikan sementara (moratorium) pekerjaan konstruksi layang pada seluruh proyek infrastruktur di Indonesia, baik jalan tol, jembatan, Light Rapid Transit (LRT), maupun Mass Rapid Transit (MRT) untuk menghindari kerugian negara.
Comments