top of page

Industri Modifikasi Indonesia Simpan Potensi Besar

  • rf-berjangkanet
  • Jan 26, 2018
  • 3 min read

Tonggak baru pembakar semangat industri modifikasi Tanah Air | PT Rifan Financindo Berjangka

Andre menambahkan, untuk itu perlu upaya menyadarkan melalui edukasi untuk pasar dalam negeri. Nantinya ketika sudah kuat di sini, industrinya akan ikut berkembang.

“Potensi itu yang harus diedukasi, makanya kami dari NMAA gencar membuat workshop untuk market itu. Caranya kami edukasi ke bengkel-bengkel, atau kolaborasi dengan Agen Pemegang Merek (APM),” ucap Andre.

Sebagai contoh di Jepang, mereka jual bodi kit dengan harga Rp 160 juta, sementara kita bisa membuat desain dan standar yang sama hanya dengan banderol Rp 38 jutaan,” tutur Andre.

“Kita di sini memiliki SDM kreatif dan bahan lebih murah ketimbang di Jepang misalnya. Jadi dengan potensi itu, jika kita sudah memenuhi standardisasi dan semuanya benar, harga jualnya pasti 50 persen lebih murah. Lebih dari itu, kita punya kekuatan market yang cukup besar,” ucap Andre, Kamis (25/1/2018).

Dirinya mengatakan, kalau sumber daya manusia (SDM) punya kemampuan yang mumpuni, tak kalah dengan yang ada di luar negeri. Lebih dari itu, jika produksi dilakukan di dalam negeri, biayanya juga bisa jauh lebih murah dengan standar kualitas global, sehingga mampu bersaing.

Apresiasi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan dunia custom baru-baru ini, jadi tonggak baru pembakar semangat industri modifikasi Tanah Air, di mana area ini hampir tak pernah tersentuh sama sekali oleh elit dalam negeri.

Terkait industri custom tersebut, Andre Mulyadi, penggagas asosiasi pemodifikasi dan aftermarket atau National Modificator and Aftermarket Association ( NMAA) mengatakan, Indonesia menyimpan potensi besar untuk mengembangkan sektor tersebut.

Gaya Yogya Dalam Mercedes-Benz E250 yang Akan Tampil di Jepang | PT Rifan Financindo Berjangka

Kata Andre, untuk modifkasi proper lebih sulit daripada memodifikasi ektrim yang fungsinya terkadang hilang. Karena itu, sang modifikator mengerjakan hingga 6-7 bulan.

“Untuk bikin detail catnya sampai enggak ada pin hole (warna cat yang sama tidak belang) itu susah banget. Kalau biaya saya kurang tahu,” tuturnya.

Menurut Andre Mulyadi, modifikator sekaligus Founder NMAA, ada sentuhan lokal pada mobil pria asal Yogyakarta itu, mulai dari pelek diukir wayang, bodi kit, audio, hingga ban.

“Dan di mobil ini juga kita mengejar proper, di dalam kap mesinnya itu ada turbo yang sudah di-custom dan berfungsi,” ungkap Andre saat mengumumkan persiapan NMAA ke Osaka Automesse 2018 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Asosiasi modifikasi dan after market asal Indonesia, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) siap beradu ilmu dengan para modifikator asal negeri Sakura, Jepang di ajang Osaka Automesse 2018 di INTEX Osaka, Osaka, Jepang, 10-12 Februari 2018.

Dari sekian banyak mobil yang akan hadir di Osaka nanti, setidaknya Mercedes-Benz E250 W212 milik Chandra Kenzo yang telah dirombak oleh rumah modifikasi Ladas Garage akan tampil di sana.

Ubahan Cukup Ekstrem Satu-Satunya Wakil Indonesia di Ajang Osaka Automesse 2018 | PT Rifan Financindo Berjangka

Selain itu, dalam Great Indonesia “island” terdapat pula booth pamer dan jualan yang diisi berbagai produk aftermarket asli Indonesia. Sebut saja ban lokal Accelera, suspensi udara Revolt.id, produk lampu Yoong Motor, rumah airbrush Tomy Airbrush, hingga distro otomotif ZC Distromotive.

Merek-merek tersebut nantinya akan berkesempatan mengenalkan dan menjual produk kebanggaan Indonesia kepada khalayak dunia melalui Jepang, baik user atau distributor.

Great Indonesia akan memiliki “island” tersendiri dalam pameran modifikasi tahunan terbesar di kota Osaka tersebut. Di dalamnya terdapat satu unit Mercedes-Benz E250 W212 milik Chandra Kenzo, yang dibawa langsung dari Indonesia.

Mobil tersebut dipilih karena mewakili tren proper car scene berciri khas Indonesia yang mengedepankan unsur custom nan rapi. Mobil ini sepenuhnya dimodifikasi rumah modifikasi Ladas Garage asal D.I Yogyakarta.

NMAA akan 'unjuk gigi' pada ajang Osaka Automesse 2018 yang dilaksanakan pada 10-12 Februari 2018 mendatang di gedung INTEX Osaka, Jepang.

Osaka Automesse sendiri adalah sebuah motorshow yang bertema modification and costumize yang sudah dimulai sejak tahun 1997. Tiap tahunnya event ini dihadiri lebih dari 200 ribu pengunjung, dan menjadi salah satu event otomotif terbesar di Jepang.

Sebagai asosiasi modifikasi dan aftermarket pertama dan terbesar di Indonesia, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) mulai melebarkan sayap untuk mengembangkan industri otomotif nasional, khususnya dunia modifikasi.

Setelah dipercaya berkolaborasi dengan industri aftermarket Jepang beberapa waktu lalu, saat ini NMAA tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membawa modifkasi Indonesia ke kancah internasional.

“NMAA dengan bangga mengenalkan movement yang diberi nama Great Indonesia. Kegiatan ini merupakan pameran yang membawa merek-merek aftermarket asli Tanah Air, dan juga karya modifikasi Indonesia yang disajikan kepada Dunia,” ujar Andre Mulyadi, selaku Founder NMAA.

Comments


bottom of page