Antam Tak Bakal Mampu Kelola Tambang Bawah Tanah Freeport
- rf-berjangkanet
- Jan 26, 2018
- 3 min read
PT Freeport Indonesia yang mengelola tambang emas dan tembaga di Papua | PT Rifan Financindo Berjangka

Dia mengatakan, saat ini upaya pemerintah adalah menguasai 51 persen saham Freeport Indonesia dengan harga paling wajar. Salah satu caranya dengan membeli hak partisipasi perusahaan asal Australia, Rio Tinto di tambang Freeport Indonesia sebesar 40 persen.
"Sebesar 40 persen hak partisipasi ini bisa dikonversi menjadi saham pada 2021 seiring dengan perpanjangan hak partisipasi antara Rio Tinto dan Freeport McMoran pada periode yang sama," kata Jonan.
Dia pesimistis dengan kemampuan Antam mengelola tambang bawah tanah, penghasil emas dan tembaga terbesar di dunia itu. Alasannya, Jonan mengaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan nasional tidak memiliki pengalaman mengelola tambang yang dinilai sangat kompleks tersebut.
"Kalau diserahkan ke Antam, saya yakin tidak bisa karena expertise-nya tidak pernah ada. Karena ini adalah tambang tembaga bawah tanah yang panjang terowongannya 700 km dan kita tidak pernah mengelola tambang sekompleks ini. Di dunia pun, ini one of the most kompleks engineering design yang pernah dibikin untuk tambang bawah tanah," tegas Jonan.
Namun menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan apabila ingin mengambil alih pengelolaan tambang bawah tanah, seperti Grasberg dan Big Gossan dengan menyetop perpanjangan kontrak, pemerintah harus menunjuk kontraktor asing.
"Kalau tidak diperpanjang (kontrak), ada yang berpandangan bisa diserahkan ke kontraktor asing lain untuk mengelola. Tapi ada yang berpandangan diserahkan ke PT Aneka Tambang (Antam) Tbk," ujar Jonan saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis malam (25/1/2018).
Kontrak Karya (KK) PT Freeport Indonesia yang mengelola tambang emas dan tembaga di Papua akan berakhir pada 2021. Pemerintah didesak untuk menunggu masa kontrak selesai dan bisa menguasai tambang milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut ketimbang membeli 51 persen sahamnya.
Pemerintah Tunjuk Morgan Stanley untuk Nego Saham Freeport | PT Rifan Financindo Berjangka
"Dalam diskusi kesepakatan kami tertulis dengan Freeport McMoRan, bahwa kami akan ambil ini dan akan langsung dikonversi jadi saham di tahun yang sama. Kalau dapatnya tahun ini, misalnya bulan depan, kami langsung konversi jadi saham 40%," kata dia. Menurut Jonan, untuk valuasi hak partisipasi Rio Tinto secara hitungan kasar adalah sebesar USD 3,2 miliar atau setara dengan Rp 43,2 triliun. Hitungan tersebut mengacu kepada nilai kapitalisasi pasar Freeport McMoRan yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) sebesar USD 20 miliar.
Sementara itu, Freeport Indonesia memiliki kontribusi sekitar 40% dari total tersebut. Dia pun menargetkan proses divestasi 51% saham Freeport Indonesia ini bisa selesai pada Juni 2018.
Morgan Stanley adalah konsultan keuangan independen berbasis di AS yang telah memiliki banyak cabang di berbagai negara di Amerika, Asia Pasifik, Eropa, Asia Tengah, Afrika, termasuk Indonesia.
Morgan Stanley telah diikutkan dalam negosiasi valuasi hak partisipasi Rio Tinto. Apabila negosiasi Rio Tinto berhasil, maka 40% saham tersebut akan segera dikonversi menjadi saham.
Saya kira tim Kementerian Keuangan, Inalum, dan sebagainya, menunjuk pihak independen yang bisa diterima bersama untuk melakukan due diligence, kalau tidak salah Morgan Stanley," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1).
Menurut Jonan, konsultan memang diperlukan untuk menegosiasi sisa saham dari Freeport McMoRan. "Kalau kami mau tabrak langsung beli, pasti harganya mahal," jelasnya.
Pemerintah menunjuk konsultan independen asal Amerika Serikat, Morgan Stanley, untuk menghitung nilai hak kelola Rio Tinto atas PT Freeport Indonesia. Hitungan ini merupakan bagian dari divestasi saham Freeport Indonesia.
Untuk divestasi 51% saham Freeport Indonesia, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah segera mengakuisisi hak partisipasi perusahaan tambang asal Inggris-Australia, Rio Tinto. Sebab, Rio Tinto memiliki hak partisipasi di Freeport Indonesia sebesar 40%.
Kita mau ambil 51 persen saham Freeport dengan harga wajar ] PT Rifan Financindo Berjangka
"Yang kami tahu sampai sekarang proses negosiasi akuisisi atau pembelian dari Participating Interest Rio Tinto di dalam Freeport Indonesia yang bisa dikonversi menjadi saham sebesar 40 persen," ungkapnya.
Mantan menteri perhubungan ini melanjutkan saat ini detail negosiasi divestasi 51 persen saham Freeport tersebut berada di tangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Inalum.
"Jadi intinya, detailnya ditangani Inalum dan kementerian BUMN untuk akuisisi. Kami (Kementerian ESDM) hanya persiapkan IUPK dan aturan pendukung," tandasnya.
"Intinya kalau kita mau ambil 51 persen dengan harga yang wajar. Kalau mau wajar ya dengan berbagai cara. Asal bisa dicapai dengan harga yang wajar," tegas Menteri Jonan di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1).
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membeli 40 persen participating interest (PI) Rio Tinto di PT Freeport Indonesia.
Proses perundingan divestasi 51 persen saham antara pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia terus berjalan. Divestasi 51 persen saham merupakan amanat undang-undang dan menjadi salah satu syarat jika Freeport ingin mendapatkan izin perpanjangan usaha.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan pemerintah akan mencoba berbagai cara untuk dapat memiliki 51 persen saham perusahaan asal negeri Paman Sam tersebut.
Comments