top of page

Mimpi Tasik Punya Bandara Baru Terwujud Setelah 12 Tahun

  • rf-berjangkanet
  • Jan 25, 2018
  • 4 min read

Pemerintah Kota Tasikmalaya mengapresiasi pembukaan Pangkalan Udara Wiriadinata | PT Rifan Financindo Berjangka

Saat ini, baru maskapai Wings Air yang melayani penerbangan ke Bandara Wiriadinata dengan frekuensi satu kali per hari.


Aay berharap maskapai lain menyusul ekspansi yang dilakukan Wings Air dengan membuka penerbangan langsung ke Tasikmalaya. Bandara Wiriadinata juga bakal makin berkembang bila ada penambahan rute ke bandara tersebut.


Dia mengutarakan pembukaan rute penerbagan ke Tasikmalaya bakal mendorong perekonomian kota tersebut karen tambahan akses telah menimbulkan efek bergulir yang signifikan. "Pariwisata misalnya, kami buat saja kegiatan dan kami jual 'ke Tasik sudah bisa naik pesawat'."


Ini baru terealisasi pada 2017. Banyak aturan yang mengikat kami, banyak aturan yang mengikat pemerintah pusat. Jadi, baru tahun lalu terlaksana," ujarnya di Tasikmalaya pada Kamis (25/1/2018).


Sebagaimana diketahui,sejak pertengahan 2017, Lanud Wiriadinata dikelola bersama antara TNI AU dan Kementerian Perhubungan Aay mengatakan, Pemkot Tasiklamaya kini sudah siap mendikung pengembangan bandara, yakni dimulai dari penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).


Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan mengatakan kehadiran penerbangan komersial ke kota itu sudah dirintis sejak 2005 atau 3 tahun sejak Pemerintah Kota Tasikmalaya berdiri.


Saat itu, Wali Kota Tasikmalaya berpikir untuk memanfaatkan Lanud Wiriadinata sebagai bandara untuk penerbangan komersial.


Pemerintah Kota Tasikmalaya mengapresiasi pembukaan Pangkalan Udara Wiriadinata untuk penerbangan komersial. Selain memangkas waktu tempuh, rute penerbangan diharapkan bisa menambah geliat ekonomi kota di Jawa Barat tersebut.


Bandara Tasikmalaya Bakal Dikembangkan pada 2018 | PT Rifan Financindo Berjangka

AirNav Indonesia mengaku akan menjadikan jalur udara selatan Jawa sebagai tol udara. Selain mengurangi kepadatan di wilayah utara Jawa, hal ini juga meningkatkan efisiensi maskapai menuju beberapa kota seperti di Yogyakarta dan Solo.


Perlu diketahui, penerbangan Wings Air dari Bandara Halim menuju Bandara Wiriadinata ini mencatatkan load factor rata-rata sebesar 80 persen.


Keberadaan transportasi udara ini mempersingkat waktu tempuh dari Jakarta yang jika ditempuh jalur darat sekitar 5-6 jam, kini menggunakan pesawat hanya 40 menit.


Dari sisi navigasi, AirNav Indonesia juga menyatakan komitmen dalam pengembangan Bandara Wiriadinata tersebut. Saat ini, proses pendaratan dan take off di Bandara Wiriadinata masih mengandalkan pengamatan visual.


"Tahun ini kita akan lengkapi fasilitas navigasi satelit, jadi pendaratan itu bisa menggunakan instrumen dan tidak lagi secara visual. Dengan begitu, keselamatan dan keamanan penerbangan bisa lebih baik," ucap Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto.


Seiring kerja sama dengan penerbangan sipil, bandara yang menjadi wilayah TNI-AU ini telah memperpanjang runway sepanjang 200 meter (m) menjadi 1.400 m pada 2017. Rencananya, runway tersebut kembali diperpanjang menjadi 1.600 m.


Tak hanya itu, untuk mempermudah aksesibilitas pesawat, Kemenhub juga bakal membangun taxi way, serta meningkatkan kapasitas terminal penumpang.


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya pada 2018. Pengembangan bandara ini sejalan dengan peningkatan potensi penumpang dari dan ke Tasimalaya.


Sejak Juni 2017, Bandara Wiriadinata telah dikerjasamakan untuk penerbangan sipil. Alhasil, saat ini telah ada penerbangan komersial Wings Air sebanyak satu kali dalam sehari.


"Di jalur Selatan Jawa ini banyak bandara sebenarnya. Ini coba akan kita maksimalkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan meningkatkan ekonomi di wilayah Selatan Jawa," kata Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Hubud Agoes Soebagio dalam diskusi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (25/1/2018).


AirNav Perbarui Sistem Navigasi Bandara Wiriadinata Tasikmalaya | PT Rifan Financindo Berjangka

Hal ini bukan hanya di Jawa bagian selatan saja, tapi di seluruh Indonesia. "Yang semula tidak diramalkan bakal ramai, kini menjadi konektivitas baru. Contohnya Bandara Silangit, Wakatobi, Papua.


Begitu dibangun, modernisasi, sekarang tumbuh rute-rute baru sehingga memunculkan konektivitas bandara," katanya. Konektivitas itu, lanjut Agus, berpengaruh besar bagi daerah, terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata. "Inilah gol yang ingin kita harapkan," tegas dia.


Kepala Bandara Cakrabhuwana Cirebon yang membawahi Bandara Wiriadinata, Mark Ferdinan mengatakan, menurut MoU TNI AU, Dirjen Perhubungan Udara, Pemkot Tasikmalaya pada Juni 2017, Bandara Cirebon dapat tugas mengembangkan Bandara Wiriadinata menjadi salah satu faktor penghubung jalur selatan. Selain itu Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar memperpanjang runway jadi 1400 meter.


Saat ini, runway Bandara Wiriadinata sudah 1.400 meter. "Akan ditambah 200 meter lagi, jadi total 1.600 meter. Diharapkan makin terkoneksi dan meningkatkan perekonomian," katanya.



Di Bandara Wiriadinata, ada sebuah maskapai, Wings Air yang melayani penerbangan Tasikmalaya-Jakarta. Jika lewat darat, waktu tempuh Tasikmalaya ke Jakarta mencapai 6-7 jam. Dengan pesawat hanya butuh 30 menit. "Adanya penerbangan Jakarta-Tasikmalaya minimal sudah menjawab tantangan kemudahan aksesibilitas.


Waktu tempuh Jakarta-Tasikmalaya 6-7 jam. Tapi cukup 30 menit (dengan pesawat) meski baru sekali sehari," jelas Agus. Dengan dibukanya bandara baru, menurut Agus, akan menumbuhkan konektivitas-konektivitas baru.


Dengan adanya tol udara, menurut dia, tentunya akan mendorong perekonomian di daerah, dan meningkatkan pariwisata daerah. "Lalu lintas di (Jawa bagian) utara sudah padat. Kita hidupkan di Jawa Selatan," jelasnya.


Kepala Humas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Soebagio mengatakan, untuk mencapai keseimbangan antara Jawa bagian utara dengan Jawa selatan, pihaknya tengah mengupayakan pengembangan bandara di Jawa Selatan. "Untuk menjaga keseimbangan dan menumbuhkan ekonomi," katanya.


Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya akan memperbarui sistem navigasi di bandara ini. Pihak AirNav akan memasang VOR DME yang lebih tinggi frekuensinya. "Berbasis very high frekuensi," ujarnya.


Saat ini pilot masih menggunakan visual saat membawa pesawat. Nantinya akan diubah menjadi instrumen. "Pendaratan (pesawat) nanti dengan satelit. Safety," tegas Novie.


Beroperasinya bandara komersial Wiriadinata Tasikmalaya, Jawa Barat merupakan salah satu upaya pemerintah mewujudkan tol udara. Keberadaan bandara di selatan Jawa ini diharapkan bisa menghubungkan (konektivitas) semua daerah di Pulau Jawa, bahkan Indonesia.


"Program Airnav, Pulau Jawa ke depan kita buat semacam tol udara," kata Direktur Utama AirNav, Novie Riyanto saat acara Workshop Optimalisasi Jalur Selatan Jawa di Bandara Wiriadinata, Kamis 25 Januari 2018.


Sebagai salah satu bagian tol udara, perlu ada penambahan alat-alat navigasi di Bandara Wiriadinata. Menurut Novie, peralatan navigasi di bandara ini merupakan peralatan navigasi generasi pertama. "Bisa dikatakan kuno, sangat tua," kata dia.



Comments


bottom of page