IHSG Relatif Datar di Awal Perdagangan
- rf-berjangkanet
- Jan 25, 2018
- 3 min read
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,02 persen | PT Rifan Financindo Berjangka

Sektor agri naik 0,15 persen, tambang naik 1,61 persen, industri dasar naik 0,07 persen, properti naik 0,11 persen, infrastruktur naik 0,34 persen, perdagangan naik 0,22 persen.
Sektor konsumsi turun 0,4 persen, keuangan turun 0,19 persen, manufaktur turun 0,35 persen, aneka industri turun 0,65 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,02 persen (1,14 poin) ke 6.614,35 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (25/1).
Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,13 persen ke kisaran 475,66, indeks LQ45 turun 0,14 persen ke kisaran 1.122,71, JII naik 0,15 persen ke 784,64.
Waspada Aksi Ambil Untung Pemicu Pelemahan IHSG | PT Rifan Financindo Berjangka
"Saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.538, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.671," tutur William.
Mengamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Kemudian, cermati pula saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Kondisi pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh rilis data kinerja emiten setahun penuh di 2017 yang diperkirakan cukup baik," ucap William.
Dengan adanya kondisi itu, kata William, maka akan menjadi sentimen positif bagi IHSG untuk berbalik arah melanjutkan penguatan hingga beberapa waktu mendatang. Selain itu, penguatan IHSG juga akan didorong oleh minat investor yang cukup tinggi, mengingat kondisi yang masih di awal tahun dan kuatnya fundamental perekonomian nasional.
Meski ada potensi melemah, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menyatakan, indeks tetap bisa melanjutkan proses penguatan karena ditopang sentimen dari kinerja keuangan emiten di 2017 yang secara umum mencatatkan hasil positif.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali diwarnai aksi ambil untung. Hal itu membuat indeks bakal gagal bertahan dan cenderung terkonsolidasi. Meski demikian, diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan untuk memperkuat gerak IHSG.
"Tampaknya IHSG kurang kuat untuk menahan pola pelemahan. Tetap waspadai aksi ambil untung yang akan memanfaatkan kenaikan sebelumnya," ujar Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 25 Januari 2018.
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Cermati 4 Saham Ini | PT Rifan Financindo Berjangka
2. Bank Negara Indonesia (BBNI), dengan target trading di kisaran Rp9.775-9.875, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp9.325 dan Rp9.175, disarankan cut-loss pada posisi Rp8.975.
3. Wijaya Karya (WIKA), dengan target trading di kisaran Rp2.150-2.250, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.940 dan Rp1.840, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.740.
4. Global Mediacom (BMTR), dengan target trading di kisaran Rp680-700, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp630 dan Rp610, disarankan cut-loss pada posisi Rp590.
Ia menjelaskan, jika pergerakan IHSG kembali melanjutkan proses pelemahan, para pelaku pasar direkomendasikan untuk mengambil keputusan buy on weakness dan menunggu siklus kenaikan berikutnya sebelum melakukan aksi profit taking. Saham- saham yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini antara lain adalah;
1. Telkom Indonesia (TLKM), dengan target trading di kisaran Rp4.080-4.180, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.820 dan Rp3.620, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.520.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) Bursa Efek Indonesia diprediksi bakal kembali terkoreksi menuju area bawah 6.500 pada perdagangan Kamis ini. Di perdagangan kemarin, indeks komposit ditutup melemah 0,3 persen ke level 6.615 setelah sempat menembus level 6.641.
"Kami lihat suatu kondisi yang wajar jika IHSG mengalami koreksi, setidaknya hingga ke bawah 6.500, setelah reli mencetak all time high di atas level 6.641," kata Senior Research KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, dalam laporan riset harian di Jakarta, Kamis (25/1/2017).
Comments