OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Kerja Sama dengan Fintech
- rf-berjangkanet
- Jan 19, 2018
- 3 min read
OJK mendukung inovasi produk teknologi di sektor jasa keuangan | PT Rifan Financindo Berjangka

Selain itu, OJK juga mendorong adanya kerja sama antara perusahaan jasa keuangan dengan fintech.
“Kami mengarahkan lembaga jasa keuangan agar meningkatkan sinergi dengan perusahaan Fintech ataupun mendirikan lini usaha Fintech," terang Wimboh.
Adapun menyikapi perkembangan mata uang virtual, OJK melarang lembaga jasa keuangan untuk menggunakan dan memasarkan produk yang tidak memiliki legalitas izin dari otoritas terkait.
Wimboh pun menyebut, total pembiayaan bisnis Fintech ini telah mencapai Rp 2,6 triliun. Adapun jumlah peminjam mencapai 259.635 orang.
Pada tahun 2018, tutur dia, OJK akan menerbitkan kebijakan di lembaga jasa keuangan, antara lain guiding principles bagi Penyelenggara Layanan Keuangan Digital. Aturan ini mencakup mekanisme pendaftaran dan perizinan serta penerapan regulatory sandbox (suatu ruang untuk melakukan uji coba terbatas pada produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnis penyelenggara fintech) dan kebijakan tentang crowdfunding (metode penggalangan dana lewat online).
Namun, dukungan ini terjadi selama produk tersebut bermanfaat bagi masyarakat namun tetap dalam koridor tata kelola yang baik berdasarkan asas TARIF (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Fairness) agar aspek perlindungan masyarakat terpenuhi.
"Saat ini terdapat 30 perusahaan Fintech P2P Lending yang terdaftar atau berizin di OJK dan 36 perusahaan dalam proses pendaftaran," sebut Wimboh pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Jakarta, Kamis (18/1/2018).
Perkembangan teknologi, inovasi, dan digitalisasi kini terjadi dengan sangat cepat. Kondisi ini terjadi hampir pada semua lini kehidupan, tidak terkecuali jasa keuangan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso menuturkan, menyikapi perkembangan teknologi yang begitu pesat, OJK mendukung inovasi produk teknologi di sektor jasa keuangan atau teknologi finansial ( Fintech).
Kondisi Ekonomi Bagus, Kenapa Pertumbuhan Lambat? | PT Rifan Financindo Berjangka
Contohnya untuk industri perbankan, Jokowi menuturkan fokus perbankan jangab hanya terpaku pada pengumpulan dana pihak ketiga tetapi bagaimana perluasan akses penyaluran kredit usaha kepada masyarakat bisa teratasi.
Industri keuangan diharapkan dapat berperan optimal dalam pengembangan usaha mikro untuk mencapai keseimbangan ekonomi antar masyarakat
Saat ini pemerintah dan OJK telah menyiapkan program Bank Wakaf Mikro yang memberikan kredit kepada pelaku UKM di lingkungan pesantren yang sudah memiliki komunitas bisnis.
"[Program] ini akan terus kita jalankan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di negara ini," ujarnya.
"Prudent perlu tapi dengan kondisi seperti ini seharusnya kita punya optimisme. Jangan sampai optimisme itu hilang gara-gara isu di media sosial," katanya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Jakarta, Kamis (18/1/2018).
Jokowi melanjutkan seluruh pihak harus memastikan tumbuhnya industri keuangan dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Presiden RI Joko Widodo singgung pertumbuhan ekonomi nasional yang lambat meskipun perkembangan industri keuangan dilaporkan baik.
Menurutnya, masih banyak sejumlah masalah yang terjadi di lapangan dalam hal akses keuangan oleh masyarakat khususnya pelaku UKM.
Jokowi Ceritakan Cara Kerja Anaknya di Hadapan Pelaku Industri Jasa Keuangan | PT Rifan Financindo Berjangka
"Sekali masuk kedunia digital, baik Facebook, Instagram di media sosial, jejaknya bisa digunakan untuk marketing atau politik. Kantor nantinya tidak akan diperlukan lagi, karena ke depan dengan teknologi yang ada, kerjapun bisa dimana-mana sekarang," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, cara kerja tersebut sudah dilakukan oleh anak-anak muda zaman sekarang, yang tidak perlu lagi memiliki kantor dalam menghasilkan uang, tetapi pekerjaannya telah mampu menjangkau seluruh daerah di Tanah Air maupun negara lain.
"Sama dengan definisi asset, kalau dulu punya fixed asset gede, seneng, kalau sekarang tidak, karena yang dijual sekarang brand value. Saya kira seperti ini harus dimulai dimana-mana, semua bersiap untuk transisi, industri yang bersifat transisi teknologi," papar Jokowi.
Jokowi mengimbau kepada industri jasa keuangan untuk bersiap diri, dimana sekarang Indonesia sudah memasuki revolusi industri ke-4 atau industry 4.0 yang basisnya digitalisasi, ilmu komputer dan analisa big data.
Presiden Joko Widodo menceritakan cara kerja anaknya dalam menghasilkan uang, tanpa harus beraktivitas di kantor.
"Anak saya itu kalau sudah pegang gawai (gadget), kalau sudah tengah malam, masuk jam 01.00 WIB, 02.00 WIB, saya suruh tidur, jawabnya saya ini bukan main-main loh Pak, saya kerja ini, dia bekerja pun tiduran, gelongsor (tiduran) di lantai," tutur Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Kamis (18/1/2019).
Comments